Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Mengetahui Karakter Calon Pelanggan Dengan Tepat

Cara Mengetahui Karakter Calon Pelanggan Dengan Tepat – Sebagai seorang pebisnis kita adalah penjual. Menjadi penjual kita harus cermat dalam mengetahui dan membaca karakter calon pelanggan kita.

Ada beberapa cara untuk mengetahui karakter calon pelanggan agar kamu bisa mengerti tipe mana dan bagaimana cara mengkonversi dari calon pelanggan menjadi pelanggan bahkan konsumen tetap.

Untuk mengetahui cara mengenali calon pelanggan, kamu harus mengetahui dulu kamu ini penjual dengan karakter seperti apa, berikut ini caranya :

1. Penjual dengan tipe “Dominan”

Penjual yang memiliki sifat atau perilaku dominan biasanya memiliki sifat seperti ini :

  1. Penuh percaya diri
  2. Berbicara langsung ke tujuan
  3. Menjabat tangan dengan kuat
  4. Gaya bicara tanpa basa basi dan tidak dipoles
  5. Lebih banyak bicara daripada mendengarkan
  6. Membuat pernyataan yang kuat
  7. Ritme bicara cepat dengan intonasi yang tegas

2. Penjual dengan tipe “Intim”

Penjual yang memiliki sifat atau perilaku Intim biasanya memiliki sifat seperti ini :

  1. Supel
  2. Bersemangat tinggi
  3. Menyenangkan dan ceria
  4. Gaya berbicara cepat dan volume tinggi
  5. Ekspresif dalam raut wajah maupun intonasi suara
  6. Banyak gerakan tubuh memperagakan yang dibicarakan
  7. Suka berbicara dan menceritakan kisah

3. Penjual dengan tipe “Stabil”

Penjual yang memiliki perilaku “Stabil” memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Sabar
  2. Ramah
  3. Hangat
  4. Ritme bicara tenang dan lembut
  5. Gerakan tubuh terlihat rileks
  6. Mudah setuju
  7. Mendengar dengan baik

4. Penjual dengan tipe “Cermat”

  1. Teratur, detail, dan menguasai spesifikasi
  2. Mengunakan fakta, data, dan angka
  3. Menggunakan pendekatan analistis dan sistematis
  4. Bertindak sesuai prosedur
  5. Disiplin dan patuh pada peraturan
  6. Formal dan sangat diplomatis
  7. Gaya bicara monoton dan kurang eksperesif

Apa yang harusnya dilakukan setelah mengetahui Tipe masing-masing diri kita ?

Jadikan tipe Dominan sebagai Marketer atau penjual yang bertugas untuk melakukan inisiasi penjualan, penetrasi produk, dan mendobrak market

Jadikan tipe Intim sebagai Public Relation atau penjual yang akan melakukan pendekatan ke beberapa orang penting dan melakukan follow up kepada mereka yang sudah jadi pelanggan Anda

Jadikan tipe Stabil sebagai Customer Service yang siap kapanpun untuk ditanya-tanya oleh calon pembeli dan menerima segala bentuk komplain dari pelanggan

Jadikan tipe Cermat sebagai Admin atau penjual khusus produk-produk yang memiliki nilai cukup tinggi dengan detail dan spesifikasi produk cukup rumit

Kemudian bagaimana cara mengetahui perilaku calon pembeli?

1. Pembeli tipe “Dominan”

Pembeli tipe ini tidak suka jika dia :

  1. Basa basi
  2. Buang-buang waktu
  3. Keraguan-raguan
  4. Terlalu banyak detail
  5. Merasa dimanfaatkan

2. Pembeli tipe “Intim”

Pembeli tipe ini tidak terlalu suka untuk :

  1. Tekanan atau paksaan
  2. Penjual yang terlalu agresif
  3. Ketidakpastian
  4. Konflik

3. Pembeli tipe “Stabil”

Pembeli tipe ini tidak terlalu suka untuk :

  1. Terlalu banyak detail
  2. Terlihat pesimis
  3. Penjual yang tidak bersahabat
  4. Penjual yang tidak setuju atas pendapat-pendapatnya

4. Pembeli tipe “Cermat”

Pembeli tipe ini tidak terlalu suka untuk :

  1. Pernyataan yang tidak logis dan emosional
  2. Pertanyaan seputar pribadi
  3. Presentasi yang terlalu antusias
  4. Melibatkan emosi
  5. Rencana “cepat” kaya yang dibesar-besarkan (Lebay)

Jadi saat kamu menemui tipe pembeli seperti diatas, maka pasangkan dengan penjual yang memiliki tipe yang sama.

Salam sukses dari sahabatmu Yapos.

Leave a Reply

Aplikasi Kasir Yapos

Yapos aplikasi kasir android yang dapat membantu memudahkan pencatatan usaha Anda

Artikel lainnya

apa itu digital marketing
Marketing
Yapos

Apa itu Digital Marketing

Digital Marketing adalah kegiatan untuk memasarkan suatu produk kepada calon pelanggan dengan target pasar yang spesifik melalui teknologi digital. Digital merketing biasanya melakukan pemasaran melalui

Read More »